Tuesday, September 2, 2014

HAPPY, FREE, SUCCES

Cinta mestinya bagai sepasang sayap yang membawa kita terbang tinggi.

Cinta mestinya bagai udara yang membuat kita selalu memiliki harapan.

Tapi cinta juga mestinya bagai lukisan yang tak kunjung selesai, dengan begitu kita tak pernah meninggalkannya. ( asma nadia )

akan ada Saatnya seseorang yang akan menggantikan Kekecwaanmu dengan ketenangan

saat anda bosan dengan keadaan sekarang, buatlah warna kehidupan yg baru ,, saat kamu bosan belajar, cobalah untuk keluar sebentar DSB.

jangan memikirkan hasil yang akan diperoleh, tapi fokus dan lakukan lah dengan baik proses nya

DILARANG LARI DARI KENYATAAN .. upss

Kita tidak pernah tahu apa yang telah org lain lalui dan perjuangkan untuk mencapai kehidupan mereka yang sekarang, jd syukuri kehidupan mu

jangan lewatkan sehari tanpa satu atau lebih pengetahuan baru ..

setetes keringat orang tua akan aku balas dengan sebuah keberhasilan .

Allah itu maha adil, disaat ada satu orang yang menjahatimu, akan ada 100 orang yang baik kepadamu .

Allah itu maha adil disaat ada orang lain tersakiti, do'a2 orang tsb akan dikabulkan .

Jangan terlalu erat2 memegang sesuatu; nanti kita susah berhenti sedihnya karena ternyata malah sesuatu itu yang memutuskan pergi.

jangan terlalu longgar memegang sesuatu; nanti kita menyesal tak berkesudahan karena saat terlepas, baru menyadari sesuatu itu amat berharga

Pegang dengan tangan, lengkapi dengan akal sehat dan pemahaman terbaik. Dijamin tidak sedih dan tidak menyesal apapun yang terjadi. tere liye

orang yg nyebelin itu adalah pelajaran buat kita, agar kita tidak melakukan hal yang sama nyebelinnya :)

sponsored : goo.gl/itKxoM

Sunday, August 31, 2014

Tentang Ta'aruf

Ta'aruf...? Tapi, kok gitu sih??
Potret remaja masa kini, dilarang pacaran larinya ke ta’aruf, tapi setelah ta’aruf sama saja kayak berpacaran.
Lantas apanya yang mau di syar’i kan kalau kelakuannya sama saja, tidak mengenal batasan dalam berbicara meski dengan dalih ta’aruf.
”Assalamualaikum ukhti, jangan lupa makan ya? ana nggak mau kalau nantijadi istri ana, ukhti kena sakit maag atau kurusan.” ana uhibbuha fillah ukhti.
SMS dikirim....
SMS diterima...
“Wa’alaikumsalam akhi, iya akhi. Insyaallah ana nggak telat makan. Makasih banget ya, masih ta’aruf aja udah diperhatikan seperti ini apalagi nanti kalau jadi istri akhi, ana pasti jadiwanita paling bahagia".
Ehem......meni PEDE aja gitu ya, itukah yg dinamakan ta'aruf dalam islam... itukah,, itukah saudaraku???"
Jika pacaran mengungkapkan perasaan dgn: "sayang...aku cinta kamu..."
Maka Taaruf berkata: "ukhti, sungguh hati ini mencintaimu karena Allah.?? " 
"meski raga tak saling bertemu alias jarak jauh, tapi hati kita tetap bersatu dan bertemu"
Masya allah,, apa itu tidak termasuk zina hati namanya saudaraku. pikirannya melayang2 dipenuhi tentang si dia.Sms-sms penuh perhatian... tiap hari, tiap jam..Telepon-telepon mengobrol kehidupan sehari-hari.Chatting..?? hmm.. Sarua keneh..!!!
Lalu..??? taaruf adalah pacaran hanya dibungkus dengan "selimut Islami..."?? bgitukah ???
Jika pacaran yang dibicarakan adalah:"sayang...ketemuan yuk" Maka Taaruf berkata.. "ukhti...sholat tahajud yuk...??"
"ukhti, met menunaikan shalat magrib"
"shalat dhuhanya udah belum"
"qiraat qur'annya udah berapa juz nih?"
Itukah saudaraku,, itukah ???
Oke,, memang saling mengingatkan ibadah dan kebaikan itu bagus, itu memang kewajiban sesama muslim untuk amar ma'ruf nahi munkar. Tapi, coba deh lets check, sadar ga? itu artinya ibadah kita ga ikhlas, bukan semata2 ikhlas karna allah, tapi karna si DIA.(wallahu alam).
Semoga kita sadar kalau semangat ibadah tumbuh karena kehadiran seseorang adalah tanda tidak ikhlas dirinya. secara tak sengaja itu termasuk riya. namun kita tak menyadarinya. tiap detik, menit, jam, hari, pikirannya dipenuhi all about him.malah yg ada ibadah pun karna ingin terlihat sholeh oleh si DIA. (jawabannya ada pada dirimu sendiri)Astagfirullah..betapa pintarnya syetan menjerumuskan manusia, dia selalu melalukan berbagai cara apapun agar manusia masuk ke dalam perangkapnya.
Sobat, bukan maksudku mencampuri kesenangan kalian, tapi bukankah saya sebagai seorang saudara wajib untuk saling mengingatkan dalam kebenaran? Kiranya semua telah tau. Bahwa wanita adalah fitnah terbesar bagi seorang laki-laki... Tapi kita juga tau, bahwa perhatian laki-laki, kasih sayangnya, sikap melindunginya, kesetiaannya adalah cobaan yang tidak kalah hebatnya bagi seorang wanita.
Muncul pertanyaan, "Apakah Boleh pada saat Ta’aruf saling mengirim sms, saling menelepon?
Untuk jawaban pertanyaan ini, saya akan mengutarakan 2 jawaban yang berbeda dari berbagai sumber.
1. Ada yang menyatakan menelepon ataupun saling berkirim sms, hukumnya adalah mubah selama aktivitas tersebut tidak mengajak kepada kemungkaran atau kefasikan, hanya membicarakan yang seperlunyauntuk mengetahui atau mengenali calon pasangan.
2. Ada yang menyatakan saling SMS dilarang. Betapa banyak mereka yang tergelincir disebabkan fitnah komunikasi. Tak pandang bulu, baik orang awam atau para penuntut ilmu agama. Fitnah hati memang sesuatu yang sulit dikendalikan, apalagi dalam masa kesendirian. Manusia hatinya sangat lemah. Di saat itulah setan masuk. Sehingga, seseorang tidak bisaberalasan bahwa dirinya mampu menjaga hati untuk melegalkan SMS dengan calon tambatan hati.
Nah…diantara kedua jawaban tersebut maka pikirkanlah yang terbaik menurutsahabat, alangkah baiknya dihindari saja sms atau telpon demi menjaga hati, Tapi jika memang diperlukan dan mendesak serta tidak bisa melalui mahramnya maka harus tetap hati-hati, sms seperlunya saja, tidak berlebihan.
Jangan nodai cinta yang fitrah dengannafsumu yang tak terkendali karena ingin memilikinya..Jaga keimananmu dan keimanannya dan tunggulah, bersabarlah agar cinta itu berlimpah barakah.
Persiapkan dirimu untuk menjemputnya disaat yg tepat, dan mohon petunjuklah padaNya agar kau tidak salah pilihan.
Ta’aruf bukanlah pacaran yang dengannya kita jadi boleh bermesraan, bahkan setelah khitbahpun yang sudah mendekati fase pernikahan pun masih tidak dibolehkan untuk bermesra-mesraan lewat media manapun, apalagi baru sebatas ta’aruf.
Bukankah islam sudah mengatur ta’aruf syar'i yang bila dilakukan harus ada wali yang mendampingi.
PERNIKAHAN ADALAH KESUCIAN, DAN JALAN MENUJU PERNIKAHAN TENTUNYA HARUS SESUCI PERNIKAHAN ITU PULA...!
Sungguh maaf bagi yg tersinggung, saya hanya mengungkapkan realita ygterjadi di sekitarku.Saya tau orang yg faham benar tentang agama akan menjalani ta'aruf dengan benar pula.
Semoga yg sedang proses ta'aruf bisa menjalaninya sesuai dengan aturan syari'at.Ta'aruf yg dibaluti dengan kemaksiatan jelas salah dan berdosa, tapi hati-hatilah saudaraku terkadang kita tidak menyadari apa yg kita perbuat itu adalah kesalahan, jangan sampai menjebak kita dalam perangkap dan godaan, dan tetaplah berjalan dalam koridor syariat agar Allah selalu meridhoi langkah kita.
Mari perbaiki diri kita, Bukankah wanita-wanita yang baik untuk laki-laki yang baik pula?
Tulisan ini ambil ibrahnya aja ya, hanya ingin saling mengingatkan, diterima mangga, ga diterimapun teu sawios-wios.. jika ada salahnya mohon maaf, tolong diperbaiki dimana letak kesalahannya, jangan keburu emosi atau protes di belakang layar ya.
Salam ukhuwah.. ‪#‎SahabatDariHati‬

#guekontradenganini :3

Tuesday, February 18, 2014

Hanya Diam

Dikisahkan bahwa ada seorang lelaki miskin yang mencari nafkahnya hanya dengan mengumpulkan kayu bakar lalu menjualnya di pasar. Hasil yang ia dapatkan hanya cukup untuk makan. Bahkan, kadang-kadang tak mencukupi kebutuhannya. Tetapi, ia terkenal sebagai orang yang sabar.

Pada suatu hari, seperti biasanya dia pergi ke hutan untuk mengumpulkan kayu bakar. Setelah cukup lama dia berhasil mengumpulkan sepikul besar kayu bakar. Ia lalu memikulnya di pundaknya sambil berjalan menuju pasar. Setibanya di pasar ternyata orang-orang sangat ramai dan agak berdesakan. Karena khawatir orang-orang akan terkena ujung kayu yang agak runcing, ia lalu berteriak, "Minggir... minggir! kayu bakar mau lewat!."

Orang-orang pada minggir memberinya jalan dan agar mereka tidak terkena ujung kayu. Sementara, ia terus berteriak mengingatkan orang. Tiba-tiba lewat seorang bangsawan kaya raya di hadapannya tanpa mempedulikan peringatannya. Kontan saja ia kaget sehingga tak sempat menghindarinya.Akibatnya, ujung kayu bakarnya itu tersangkut di baju bangsawan itu dan merobeknya. Bangsawan itu langsung marah-marah kepadanya, dan tak menghiraukan keadaan si penjual kayu bakar itu. Tak puas dengan itu, ia kemudian menyeret lelaki itu ke hadapan hakim. Ia ingin menuntut ganti rugi atas kerusakan bajunya.

Sesampainya di hadapan hakim, orang kaya itu lalu menceritakan kejadiannya serta maksud kedatangannya menghadap dengan si lelaki itu. Hakim itu lalu berkata, "Mungkin ia tidak sengaja." Bangsawan itu membantah. Sementara si lelaki itu diam saja seribu bahasa. Setelah mengajukan beberapa kemungkinan yang selalu dibantah oleh bangsawan itu, akhirnya hakim mengajukan pertanyaan kepada lelaki tukang kayu bakar itu. Namun, setiap kali hakim itu bertanya, ia tak menjawab sama sekali, ia tetap diam. Setelah beberapa pertanyaan yang tak dijawab berlalu, sang hakim akhirnya berkata pada bangsawan itu, "Mungkin orang ini bisu, sehingga dia tidak bisa memperingatkanmu ketika di pasar tadi."

Bangsawan itu agak geram mendengar perkataan hakim itu. Ia lalu berkata,"Tidak mungkin! Ia tidak bisu wahai hakim. Aku mendengarnya berteriak dipasar tadi. Tidak mungkin sekarang ia bisu!" dengan nada sedikit emosi."Pokoknya saya tetap minta ganti," lanjutnya.

Dengan tenang sambil tersenyum, sang hakim berkata, "Kalau engkau mendengar teriakannya, mengapa engkau tidak minggir?" Jika ia sudah memperingatkan, berarti ia tidak bersalah. Anda yang kurang memperdulikan peringatannya."

Mendengar keputusan hakim itu, bangsawan itu hanya bisa diam dan bingung. Ia baru menyadari ucapannya ternyata menjadi bumerang baginya. Akhirnya ia pun pergi. Dan, lelaki tukang kayu bakar itu pun pergi. Ia selamat dari tuduhan dan tuntutan bangsawan itu dengan hanya diam.

NamakuTanpaSpasi_Hanya Diam

Cermin Anak

Suatu ketika di sebuah sekolah, diadakan pementasan drama. Pentas drama yang meriah, dengan pemain yang semuanya siswa-siswi disana. Setiap anak mendapat peran, dan memakai kostum sesuai dengan tokoh yang mereka perankan. Semuanya tampak serius, sebab Pak Guru akan memberikan hadiah kepada anak yang tampil terbaik dalam pentas.

Di depan panggung, semua orang tua murid ikut hadir dan menyemarakkan acara itu.

Lakon drama berjalan dengan sempurna. Semua anak tampil dengan maksimal. Ada yang berperan sebagai petani, lengkap dengan cangkul dan topinya, ada juga yang menjadi nelayan, dengan jala yang disampirkan di bahu. Di sudut sana, tampak pula seorang anak dengan raut muka ketus, sebab dia kebagian peran pak tua yang pemarah, sementara di sudut lain, terlihat anak dengan wajah sedih, layaknya pemurung yang selalu menangis. Tepuk tangan dari para orang tua dan guru kerap terdengar, di sisi kiri dan kanan panggung.

Tibalah kini akhir pementasan drama.Dan itu berarti, sudah saatnya Pak Guru mengumumkan siapa yang berhak mendapat hadiah. Setiap anak tampak berdebar dalam hati, berharap mereka terpilih menjadi pemain drama terbaik. Dalam komat-kamit mereka berdoa, supaya Pak Guru akan menyebutkan nama mereka, dan mengundang ke atas panggung untuk menerima hadiah. Para orang tua pun ikut berdoa, membayangkan anak mereka yang terbaik.

Pak Guru telah menaiki panggung, dan tak lama kemudian ia menyebutkan sebuah nama. Ahha... ternyata, anak yang menjadi pak tua pemarah-lah yang menjadi juara. Dengan wajah berbinar, sang anak bersorak gembira. "Aku menang...", begitu ucapnya. Ia pun bergegas menuju panggung, diiringi kedua orangtuanya yang tampak bangga. Tepuk tangan terdengar lagi. Sang orang tua menatap sekeliling, menatap ke seluruh hadirin. Mereka bangga.

Pak Guru menyambut mereka. Sebelum menyerahkan hadiah, ia sedikit bertanya-tanya kepada sang "jagoan", "Nak, kamu memang hebat. Kamu pantas mendapatkannya. Peranmu sebagai seorang yang pemarah terlihat bagus sekali. Apa rahasianya ya, sehingga kamu bisa tampil sebaik ini? Kamu pasti rajin mengikuti latihan, tak heran jika kamu terpilih menjadi yang terbaik.." tanya Pak Guru. "Coba kamu ceritakan kepaa kami semua apa yang bisa membuat kamu seperti ini..."

Sang anak menjawab, "Terimakasih atas hadiahnya Pak. Dan sebenarnya saya harus berterimakasih kepada Ayah saya di rumah. Karena, dari Ayah lah saya belajar berteriak dan menjadi pemarah. Kepada Ayah-lah saya meniru perilaku ini. Ayah sering berteriak kepada saya, maka bukan hal yang sulit untuk menjadi seperti Ayah."

Tampak sang Ayah yang mulai tercenung. Sang anak mulai melanjutkan, "...Ayah membesarkan saya dengan cara seperti ini, jadi peran ini, adalah yang mudah buat saya..."

NamakuTanpaSpasi_cermin anak

Senyap. Usai bibir anak itu terkatup, keadaan tambah senyap.
Begitupun kedua orangtua sang anak di atas panggung, mereka tampak tertunduk. Jika sebelumnya mereka merasa bangga, kini keadaannya berubah. Seakan, mereka berdiri sebagai terdakwa, di muka pengadilan. Mereka belajar susuatu hari itu. Ada yang perlu di luruskan dalam perilaku mereka.


Kata Bijak hari ini!
Kegagalan adalah sesuatu yang bisa kita hindari dengan; tidak mengatakan apa-apa, tidak melakukan apa-apa, tidak mejadi apa-apa. (Denis Waitley)

Wednesday, February 12, 2014

Relatif

Panggung 1: Jauh di sebuah dusun nelayan dengan bau laut yang kental. Seorang paman menanyakan kabar keponakannya yang telah lama pergi ke kota. Dengan bangga, ibunya menjawab, "Syukurlah, sekarang hidup Bejo sudah enak. Dia bekerja sebagai petugas kebersihan di gedung tinggi."

NamakuTanpaSpasi_Relatif

Panggung 2: Di sebuah gedung perkantoran di tengah kota yang sibuk. Seorang bos berdasi menanyakan tentang pegawai yang tampak lusuh. Dengan gugup, manajernya menjawab, "Namanya Bejo pak! Pegawai redahan di bagian kebersihan. Sayang, nasibnya tidak sebaik namanya." Aha! Betapa relatifnya nilai sebuah pekerjaan. Dari satu sudut pandang, sesuatu yang di banggakan ternyata tak ubahnya cemoohan. Namun dari sudut lain, sebuah ejekan ternyata sumber harapan panjang. Begitulah bila pikiran mulai menilai-nilai apa yang disebut "kemujuran" hidup, maka pada saat yang sama ia memisah-misahkan orang ke dalam kelas-kelas yang berbeda. Padahal, melalui tatapan hati nurani, tiadalah lebih berharga jabatan tinggi di hadapan jabatan rendah. Ketika kamu menghargai dan membersihkan diri dari peringkat-peringkat "keberuntungan", di saat itu kamu mampu mendengar bisikan nurani.

Kata Bijak hari ini!
"Sedikit sekali orang kaya yang memiliki hartanya sendiri.
Hartalah yang memiliki mereka." (Robert G. Ingersoll)

Monday, February 10, 2014

Kamu dan Sang Kholik

Orang sulit dimengerti, tidak pikir panjang dan selalu memeikirkan diri sendiri, namun demikian... ampunilah mereka.
Bila kamu baik hati, orang mungkin menuduh kamu egois, atau punya mau. namun demikian... tetaplah berbuat baik.

Bila kamu jujur dan tulus hati, orang mungkin akan menipu kamu; namun demikian... tetaplah jujur dan tulus hati.

Hasil karya mu selama bertahun-tahun dapat dihancurkan orang dalam semalam; namun demikian... tetaplah berkarya.

Bila kamu menemukan ketenangan dan kebahagiaan, mungkin ada yang iri; namun demikian... syukurilah kebahgaiaan mu.

Kebaikan mu hari ini  gampang sering dilupakan orang; namun demikian... teruslah berbuat kebaikan.

Berikanlah yang terbaik dari anda dan itu pun tidak akan pernah memuaskan orang, namun demikian... tetaplah memberi terbaik.

Pada akhirnya...

Perkaranya adalah antara kamu dan Sang Kholik... dan bukan antara kamu dan mereka.
(Bunda Theresa)








Kata Bijak Hari ini!
Tiga sifat manusia yang merusak adalah, kikir yang di turuti, hawa nafsu yang diikuti, serta sifat mengagumi diri sendiri yang berlebihan.
(Nabi Muhammad SAW)

Friday, February 7, 2014

Merasa tidak nyaman?

Tertulis informasi dari Aisyah rha., istri Nabi saw., sebagaimana ditulis Imam Muslim dalah Shahih-nya:
Suatu malam, saat Nabi saw. tidur bersamaku, tiba-tiba beliau keluar kamar. Menyaksikan itu, aku merasa tidak nyaman. Sesaat kemudian, beliau kembali menemuiku. Saat itu, beliau terdiam sembari mengamatiku, sebelum kemudian, "Ada apa denganmu, Aisyah?" ucapnya.
Entahlah ...? Hatiku tidak enak. Bagaimana denganmu, apa engkau tidak merasakan sesuatu?" tanyaku pada beliau. Setan telah mendatangimu, Aisyah?" ucapnya singkat. Aku terkejut, dan tanpa pikir panjang,
"Ya, Rasulallah. Benarkah dalam diriku ada setan?" tanyaku.
"Ya!" jawab Nabi.
"Kalau begitu, dalam diri setiap manusia juga ada setan?" aku mengejar.
"Ya!"
"Lalu, bagaimana denganmu. Apakah sama?" aku makin penasaran.
"Ya! Hanya saja, Allah Swt. selalu melindungiku," jawab beliau menjelaskan. (H.r. Muslim, hadis no 2815).
Dalam kisah ini, Nabi saw. menjelaskan, bahwasanya setiap manusia-tanpa terkecuali-berpotensi diganggu setan, sekalipun seorang nabi.
doa sebelum tidur